Serang, 8 Agustus 2025 – Stadion kebanggaan masyarakat Banten, Banten International Stadium (BIS), kini resmi menjadi markas Dewa United Banten FC untuk kompetisi Super League 2025. Momen bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama pemanfaatan stadion antara Pemerintah Provinsi Banten dan manajemen Dewa United, yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Kamis (8/8).
Gubernur Banten Andra Soni menyebut momen ini sebagai hari yang luar biasa, menandai langkah maju dalam pemanfaatan aset daerah yang strategis. “Dengan 17 pertandingan kandang per musim, akan ada pergerakan ekonomi yang besar. Hotel, restoran, UMKM, dan sektor kuliner akan bergerak. Ini membentuk ekosistem ekonomi baru yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penggunaan stadion, Gubernur menekankan bahwa kerja sama ini membawa nilai simbolis penting. “Stadion ini akan jadi pusat energi positif. Tim ini kita juluki Banten Warriors, sebagai representasi semangat dan karakter masyarakat Banten yang tangguh,” tegasnya.
Presiden Klub Dewa United Banten FC, Ardian Satya Negara, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ia juga mengungkapkan, saat ini sudah ada delapan pemain muda asal Banten yang tergabung dalam akademi klub, dan beberapa di antaranya telah dilirik tim utama.
“Kami ingin lebih dari sekadar bermain di sini. Kami ingin membangun lapangan latihan di Banten, agar anak-anak muda punya akses, harapan, dan jalur menuju karier profesional,” ujarnya.
Untuk mendukung antusiasme masyarakat, Ardian mengumumkan harga tiket pertandingan yang terjangkau, mulai dari Rp75 ribu, dan bisa dibeli secara daring maupun langsung di lokasi pertandingan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, yang turut hadir dalam seremoni, menyambut positif inisiatif kerja sama ini. Ia menilai langkah ini sebagai contoh kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia olahraga yang dapat membawa dampak sosial dan ekonomi.
Striker Dewa United, Septian Bagaskara, juga mengaku antusias. Ia menyebut BIS sebagai stadion berstandar internasional yang akan memacu semangat para pemain. “Lapangan, ruang ganti, semuanya sangat memadai. Saya optimis bisa mencetak gol perdana saat menghadapi Malut United FC,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, memastikan kesiapan infrastruktur penunjang stadion. Ia menjelaskan, selain 17 pertandingan resmi, masyarakat juga dapat memanfaatkan stadion di luar jadwal pertandingan. UMKM juga diberi ruang untuk berjualan di area stadion.
“Potensi pendapatan sewa dari 17 laga kandang bisa mencapai Rp800 juta per tahun, cukup untuk mendukung biaya operasional dan pemeliharaan stadion,” terangnya.

Tak hanya itu, pelebaran akses jalan menuju BIS telah menjadi perhatian khusus dan sedang dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR. Mengingat posisi stadion yang strategis dan dikelilingi banyak desa, kemudahan akses menjadi prioritas.
Pembangunan lahan parkir baru juga akan dilanjutkan. Arlan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk manajemen Dewa United yang berencana membangun fasilitas latihan tambahan di kawasan BIS.
Dengan berbagai langkah strategis dan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, Banten International Stadium tidak hanya akan menjadi pusat kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kawasan, menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Banten.