Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat penyediaan infrastruktur dasar untuk mendukung percepatan penanganan stunting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan empat sumur bor air dalam yang tersebar di tiga kabupaten pada tahun 2025.
Empat lokasi pembangunan sumur bor tersebut meliputi:
1. Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak
2. Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang
3. Desa Cemplang, Kabupaten Serang
4. Desa Pondokpanjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak
Pembangunan empat sumur bor air bersih tersebut dialokasikan dengan total anggaran sebesar Rp 1.580.847.400,-. Fasilitas air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama pemenuhan kebutuhan air bagi keluarga dan anak-anak yang menjadi fokus utama penanganan stunting.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa penyediaan akses air bersih merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemerintah Provinsi Banten bersama dengan pemerintah kabupaten/kota saat ini tengah berkonsentrasi menciptakan SDM yang unggul. Pencegahan stunting melalui pola asuh serta asupan gizi dan nutrisi untuk anak penting untuk menciptakan SDM unggul,” ujar Andra Soni.
“Salah satu caranya, kita harus menyosialisasikan sebaik-baiknya program-program pencegahan stunting. Tapi itu semua tidak akan pernah berhasil jika kita tidak berkolaborasi. Maka kita harus melawan dan tidak boleh membiarkan stunting,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan orang tua asuh cegah stunting menjadi salah satu bentuk dukungan langsung masyarakat dalam upaya ini.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyampaikan sesuai arahan Gubernur Banten bahwa pembangunan sumur bor air dalam merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan akses air bersih di daerah-daerah yang membutuhkan.
“Air bersih adalah fondasi kesehatan masyarakat. Dengan pembangunan sumur bor ini, kami ingin memastikan keluarga dan anak-anak di Banten mendapatkan akses air yang layak, higienis, dan berkelanjutan,” jelas Arlan.
Ia menegaskan bahwa Dinas PUPR akan terus mengoptimalkan pembangunan sarana air bersih sebagai bentuk dukungan terhadap prioritas pemerintah dalam menangani stunting.
Dengan pembangunan empat sumur bor air dalam ini, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas PUPR berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat dan angka stunting semakin menurun, menuju terwujudnya generasi Banten yang sehat, kuat, dan unggul.